Puisi

Cita-cita, Mungkinkah?

Lembayung senja nampak memerah di atas pelangi

Hati  remuk, hancur, tak terurai lagi

gelombang pasang kian menerjang seolah menelan segala yang ada,

gemuruh ombak kian terasa dekat berlari-larian,  bertalu-talu

Angan hendak menggapai namun hilang sebelum terjamah.

Aku  berlari sekencang-kencangnya namun napas pupus pupus pupus!

tak tergapai

Cita-citaku cita-citanya cita-cita semua orang, semua orang, semua orang

Mungkinkah? jawabnya

tanya pejabat,

tanya menteri,

tanya pemerintah, pemerintah, pemerintah.

Aku, kau, mereka, Mungkinkah?

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: